Begog: NGATEMI MERAMAL PILGUB JATIM Harry Tjahjono

Begog: NGATEMI MERAMAL PILGUB JATIM Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

“Cagub yang secara terbuka mendukung Jokowi akan jadi pemenang Pilgub Jatim. Itu ramalan saya,” kata Ngatemi, perempuan berkain kebaya dan berkonde kelahiran Sobrah, Madiun.

Begog, begitu pula Bejo, yang sudah lama diam-diam terpesona aura cinta Ngatemi, manggut-manggut perkutut. Cinta terkadang memang sering bikin kikuk. Namun toh Begog merasa perlu berbasa-basi minta penjelasan dasar pernyataan Ngatemi. Sebab, kata Begog, para cagub itu didukung tim sukses, konsultan politik, lembaga survey bertaraf nasional dan diusung parpol yang punya basis massa jutaan. Lha kok Ngatemi meramal “ngasal” begitu?

“Vox Populi Vox Dei,” kata Ngatemi. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Tapi bukan berarti rakyat itu Tuhan. Rakyat yang relijius seperti warga Jatim, rakyat Indonesia yang berke-Tuhan-an yang Maha Esa, yang menyuarakan kehendak Tuhan.

Iyalah. Tapi jelasnya rakyat yang mana? Rakyat siapa?

“Rakyat yang sejati,” sambar Ngatemi. Bukan rakyat yang sekadar deretan angka statistik dalam catatan hasil survey. Bukan rakyat yang sekadar dikemas dalam kotak-kotak kartu anggota partai politik yang sering kali terduplikasi dobel-dobel. Bukan rakyat yang sekadar dikelompokkan dalam nominal persentase kelompok suku, agama, ras, strata sosial-ekonomi-pendidikan dan tetek-bengek istilah penggolongan matematis lainnya.

Lebih jelasnya lagi? Konkretnya?

“Rakyat yang punya identitas. Rakyat yang punya jati diri,” jawab Ngatemi. Jelasnya rakyat yang punya nama, punya alamat, punya keluarga, punya pekerjaan maupun pengangguran, punya perasaan, harga diri, harapan, impian dan cita-cita. Konkretnya rakyat yang pada Pilpres 2014 memilih Jokowi sebagai Presiden RI. Bagi yang terbiasa percaya dengan angka, silakan buka data Pilpres 2014 dan temukan sendiri berapa juta rakyat Jatim yang waktu itu nyoblos Jokowi. Bisa jadi jumlahnya lebih dari 50% penduduk Jatim. Temukan sendiri apakah mereka hanya dari parpol tertentu, suku tertentu, ormas tertentu, agama tertentu, pendidikan tertentu atau tertentu lainnya dan pasti tidak! Mereka lintas parpol, lintas suku, lintas agama dan lintas lain sebagainya. Jati diri mereka adalah tunggal: saya pemilih  dan pendukung Presiden Jokowi. Titik. Oleh karena itu cagub yang secara terbuka mendukung Jokowi, yang dapat merebut pemilih dan pendukung Jokowi, saya ramalkan akan memenangi Pilgub Jatim 2018.

Ramalan yang masuk akal dan ada benarnya. Tapi kredibilitas ramalan tentu tergantung siapa peramalnya. Sejauh mana kompetensi Ngatemin yang meramal Pilgub Jatim berdasar tafsirnya atas jargon Vox Populi Vox Dei? Kalau pun Begog atau Bejo bertanya dari mana Ngatemi tahu dan belajar tafsir Vox Populi Vox Dei, pastilah Ngatemi akan menjawab: “Sampeyan jangan meremehkan rakyat kecil seperti saya. Itu sama dengan sampeyan bertanya dari mana wong cilik tahu ramalan Jayabaya? Dari mana orang dusun belajar filsafat kehidupan yang dibeberkan kisah Mahabharata? Kepada siapa orang buta huruf ngaji agama? Kalau saya bilang saya berguru pada batu,  pada gunung, pada pohon, pada kambing bahkan pada alam semesta, sampeyan pasti malah tertawa.”

Tapi Begog, dan tentu saja Bejo, berusaha untuk berbasa-basi mengambil hati Ngatemi dengan bertanya: lha kalau misalnya semua cagub secara terbuka menyatakan mendukung Jokowi, bagaimana kalau semuanya menang?

Ngatemi tertawa kecil. Deretan gigi yang indah dan suara tawanya yang renyah langsung membuat jantung Begog dan Bejo klepek-klepek.

“Rakyat yang sejati itu punya hati nurani, Mas. Punya telinga dan mata batin yang bisa mendengar dan melihat siapa Cagub yang benar-benar mendukung Jokowi dan siapa Cagub yang pura-pura mendukung Jokowi. Jadi yang menang ya pasti cuma satu. Dah gitu aja,” kata Ngatemi lembut, lantas melengos seraya lirikan matanya berkelebat laksana bintang melintas galaksi.

Begog, dan tentu saja Bejo, langsung ampun-ampun. Ngatemi itu misterius. Ngatemi itu kemayu. Bukan genit. Bukan ganjen. Bukan endel. Ah…, Ngatemi ‘cen aauw!

Itu kata Begog. Bukan sayaa…***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *