Bejo: FADLI ZON MERAMAL FAHRI HAMZAH DICIDUK JOKOWI KERJA Harry Tjahjono

Bejo: FADLI ZON MERAMAL FAHRI HAMZAH DICIDUK JOKOWI KERJA Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Pekerja Budaya

Polri membantah pernyataan Fahri Hamzah yang mengatakan dirinya sempat akan diciduk pasca Aksi 411 tahun lalu.

“Ya enggaklah. Suatu proses penangkapan kita kenal istilah penangkapan, tidak ada istilah menciduk ya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, kepada wartawan Senin (4/12/2017).

Sebelumnya, Fahri Hamzah dalam orasinya pada Reuni Alumni 212 mengaku hampir ditangkap saat aksi 411/2016, karena berorasi cara melengserkan presiden, bahwa menjatuhkan presiden itu konstitusional, apabila presiden melanggar pasal-pasal.

“Saya dapat laporan dari pejabat negara, pejabat tinggi. Informasi kalau saya akan ditangkap karena ujaran kebencian." ujar Fahri dari atas Panggung Reuni Alumni 212 diMonas, Sabtu (2/12/2017)

Namun Fahri mengaku pasca aksi 411 dirinya tidak juga ditangkap. “Saya juga tidak tahu kenapa saya tidak jadi ditangkap. Mungkin itu rezekinya Ahmad Dhani," kelakar Fahri.

Dhani, kita tahu, menjadi tersangka makar karena waktu berorasi di aksi 411 sekadar memaki presiden.

Jawaban Polri sudah jelas dan tegas: klaim Fahri tidak benar. Tapi Fahri sudah sukses “meninggikan diri" yakni: berani berorasi cara melengserkan presiden dan terbukti “sakti" karena tidak diciduk polisi. Padahal, memberi tahu cara melengserkan presiden secara konstitusional kepada demonstran antipemerintah adalah memberi pelajaran politik yang baik. Dengan begitu Fahri telah memenuhi tugas dan kewajibannya, baik sebagai politisi maupun Wakil Ketua DPR. Mana mungkin orang berbuat baik kok ditangkap?

Sebelum jadi politisi, Fahri adalah aktivis yang kenyang ngadepin pemerintahan represif Orde Baru. Kritiknya sangat tajam, pedas, terkadang sarkas, namun cerdas dan terukur. Orang boleh benci dan muak dengan gaya mengkritik Fahri. Namun, jika dicermati, kritik Fahri yang paling sarkas sekalipun selalu mengandung kebenaran entah faktual atau akademik. Hemat saya, Fahri terbilang lawan debat dan sparing berpikir yang handal dan menarik.

Dalam hal kiat “meninggikan diri", saya tak bisa lain kecuali membandingkan Fahri dengan Fadli Zon. Sebab, menyimak kritik maupun cara Fadli “meninggikan diri" lebih sering membuat saya geli. Paparan hasil surveynya sendiri di acara ‘Siapa Lawan Jokowi?’ di Kompas TV (27/10) bahwa di bawah Jokowi rakyat jadi hidup susah, misalnya, selain mempermalukan Fadli juga selalu membuat saya tertawa mengingatnya.

Terbaru, Fadli kembali “meninggikan diri" dengan cara meramal, “Catat omongan saya ini. Sejauh ini saya meramalkan dengan berbagai indikator Prabowo menang. Waktu Donald Trump saja saya bilang menang kan menang. Tahun 2019 saya ramalkan Prabowo jadi presiden," ujar Fadli Zon di acara pemaparan hasil survei Indo Barometer, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017).

Klaim Fahri akan diciduk berdasar info pejabat tinggi negara, klaim Fadli sukses meramal Trump, adalah sah dan boleh saja. Selama menyimak dan bergaul di habitat politisi, saya terbiasa nonton keasyikan bergunjing tentang kelemahan dan kekurangan lawan politik untuk di-blow-up dengan bumbu klaim yang meyakinkan. Dan semua klaim, benar atau dusta, adalah sah.

Kita tentu masih ingat ketika di depan massa pendukungnya Trump menunjuk Setya Novanto yang berdiri dekat Fadli dan mengklaim bahwa, “Inilah orang yang paling berkuasa di Indonesia!" Dan kerumunan orang Amerika pun tepuk tangan plok plok plok.

Trump boleh dan sah saja mengklaim begitu. Kalau ternyata pria paling berkuasa menurut Trump dan yang oleh pengacaranya pernah diklaim “jidatnya benjol segede bakpao" itu sekarang meringkuk di tahanan KPK, tentu bukan urusan Trump lagi. Bukankah Trump sudah diramal jadi presiden oleh wakilnya orang paling berkuasa di Indonesia?

Sedangkan Jokowi tampaknya memilih menanggapi kritik dan serangan politik terhadap dirinya dengan klaim: kerja, kerja, kerja. Sederhana dan nyata.

Demikian Bejo. Begitulah Jokowi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *