Bejo: IBU NEGARA YANG “CETAR” by Harry Tjahjono

Bejo: IBU NEGARA YANG “CETAR” by Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penulis

Ketika mantu Kahiyang-Bobby di Solo, 7 Nopember lalu, Ibu Iriana tampil berkebaya oranye dengan make-up minimalis dan cerah karena lipstiknya juga cenderung oranye. “Biar cetar," kata Ibu Iriana saat ditanya wartawan tentang pemilihan warna oranye pada tampilan keluarganya saat itu.

Mungkin penampilan “cetar" Ibu Negara yang pertama adalah waktu piknik ke kebon binatang Ragunan, Jakarta Selatan, pada Juni 2017. Dalam busana bernuansa pink sederhana dengan balutan scarf di kepalanya, penampilan Ibu Iriana jadi “cetar" lantaran menenteng tas Gucci tipe Dionysus Blooms Print Shoulder Bag. Netizen pun ramai menyoal harga tas yang konon 2.350 dolar AS atau sekitar Rp 31.5 juta.

Tapi semua perempuan, termasuk istri saya, tentu memimpikan nenteng tas branded mahal. Saya masih dan akan selalu ingat waktu tahun 1996 diajak melancong Rano Karno ke Eropa untuk ngambil stock shoot adegan Si Doel Anak Sekolahan, setiba di Swiss saya beli oleh-oleh tas Etienne Aigner untuk istri. Harganya waktu itu 1.800 dollar AS. Memang tas mahal (walaupun bukan Taj Mahal) sehingga harus dibayari Rano dan tentu saja dipotong honor nulis skenario Si Doel. Sepanjang dibeli dengan uang halal, hemat saya, kiranya baik-baik saja–walaupun itu tidak sampai membuat istri saya tampil “cetar".

Penampilan “cetar" Ibu Iriana yang lain adalah di vlog nya Kaesang. Ketika diajak Kaesang ngobrol bareng dengan Kahiyang-Bobby, dengan santai Ibu Negara menolak karena, “Mau nyapu dulu."Lugu, polos dan tanpa beban.

Berdasar pengalaman menulis ratusan skenario film dan sinetron, termasuk Si Doel, saya bisa memastikan bahwa adegan di vlog itu bukan by script melainkan spontan dan apa adanya. Begitu pula ketika Ibu Iriana tampil di panggung sosialisasi bahaya narkoba di Solo, April 2017 silam. Secara spontan Ibu Iriana menantang seorang siswa SMA untuk berakting menjadi pacarnya. Dan ketika sambil gugup siswa SMA itu menyapa Ibu Iriana dengan kata, “Sayang…" maka Ibu Negara, juga hadirin rakyat kebanyakan dan pejabat yang hadir termasuk Presiden Jokowi, tertawa lepas.

Bagi saya, seperti halnya rakyat biasa yang nonton sosialisasi bahaya narkoba itu, bisa tertawa lepas bersama presidennya tentu merupakan moment istimewa yang layak disebut bahagia. Syukurlah Jokowi sering blusukan ke daerah, sehingga lebih banyak lagi rakyat biasa yang bisa tertawa lepas bersama presidennya.

Demikian Bejo. Begitulah Jokowi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *