BEJO: JOKOWI CUMA RAKYAT BIASA Harry Tjahjono

BEJO: JOKOWI CUMA RAKYAT BIASA Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penulis

Jokowi bukan jenderal. Mayor saja enggak. Jokowi bukan menantu dan apalagi anak mantan Presiden. Keturunan bangsawan juga enggak. Apalagi pewaris konglomerat atau tokoh ternama.

Enggaklah. Dan bukan. Jokowi cuma rakyat biasa. Bapaknya tukang kayu. Seperti halnya tetangga kita di kampung pinggiran. Seperti halnya berjuta-juta wong cilik di pedesaan. Rakyat biasa yang terbiasa diremehkan, disepelekan, bahkan direndahkan.

Tentu saja banyak yang kaget, kagum, bersyukur sementara sebagian orang tetap meremehkan dan merendahkan Jokowi ketika rakyat biasa itu jadi Walikota Solo, Gubernur DKI dan kemudian Presiden Republik Indonesia. Hal yang wajar terjadi. Seperti halnya ketika ada anak tukang becak lulus sarjana, pemulung bisa pergi haji, atau rakyat biasa bisa mencapai hal yang luar biasa, tentu banyak yang takjub, heran dan sulit percaya.

Bagi mereka yang terlanjur nyaman mengabdi pada pemimpin berpangkat jenderal, berdarah bangsawan atau kerabat dinasti penguasa, tentu tidak mudah menerima kenyataan bahwa Presiden RI adalah rakyat biasa. Bagi mereka, menjadi jongos penguasa yang secara turun-temurun diharapkan berkuasa, jauh lebih elegan dibanding menjadi rakyat negara bangsa yang presidennya dari kalangan rakyat biasa. Maka ketika Jokowi yang cuma rakyat biasa jadi Presiden, mereka yang bermental jongos dan bermoral kacung itu mengalami gegar budaya. Karena Jokowi cuma rakyat biasa, maka para kacung itu menggunakan jurus lama: meremehkan, menyepelekan, merendahkan, bahkan memojokkan dengan tuduhan aneh-aneh yang selama ini terbukti ampuh membuat rakyat kecil tidak berdaya! Maka para jongospun serentak menuding Jokowi komunis, Jokowi anti-Islam, Jokowi antek asing dan seterusnya. Di masa kepemimpinan junjungan para jongos, dusta dan ancaman memang berhasil membuat rakyat biasa tunduk dalam ketakutan.

Di zaman penguasa para jongos bertahta, rakyat memang dengan mudah dilumpuhkan dengan hantu penderitaan. Tapi di zaman now, dusta adalah dusta. Ancaman adalah hoax. Penderitaan justru membuat rakyat lebih kuat untuk bisa dilumpuhkan. Dan Jokowi adalah rakyat biasa. Jokowi adalah presentasi kedaulatan rakyat yang mewujud dalam kenyataan. Dan barang siapa mengingkari kedaulatan rakyat, pada akhirnya hanyalah gelembung omong kosong yang akan dihukum sejarah yang jujur. Demikian BeJo. BEgitulah Jokowi. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *