Bejo: JOKOWI HADIR DI REUNI 2/12 by Harry Tjahjono

Bejo: JOKOWI HADIR DI REUNI 2/12 by Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Pekerja Budaya

Perhelatan Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017), berlangsung sukses, tertib dan aman. Alhamdulillah. Sejumlah tokoh nasional, termasuk Gubernur DKI Anis Baswedan hadir. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak hadir dalam acara tersebut. Fahri yang diundang mewakili DPR mengatakan, Jokowi seharusnya hadir agar tidak menjadi preseden buruk.

Sementara itu kepada kompas.com, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya telah mengundang Presiden Jokowi, “Tetapi karena beliau ada kesibukan lain jadi tidak bisa hadir," jelasnya.

Pada hari yang sama, Presiden Jokowi Widodo memang menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Tahun Ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/12/2017). Di tengah pidatonya, tiba-tiba Presiden Joko Widodo tiba-tiba membungkukkan badan di hadapan puluhan ribu guru dalam. “Sekali lagi saya menyampaikan hormat takzim saya kepada guru-guru yang telah mendidik saya, sehingga saya menjadi Presiden," kata Jokowi.

Para guru yang menyaksikan Presiden Jokowi membungkuk itu bertepuk tangan menggemuruh di dalam stadion.

Menurut Presiden Jokowi, guru merupakan profesi penting dalam pendidikan karena memiki peran untuk membentuk karakter manusia. Profesi guru adalah profesi yang sangat penting dan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa.

“Guru bukan sekadar mengajar. Saya titipkan masa depan bangsa ini kepada guru, menerangi jiwa anak-anak kita agar tumbuh pribadi-pribadi yang sehat, matang. Merdekakan jiwa anak dengan inklusif. Kita titip betul kepada para guru agar bijak menggunakan media sosial. Buat jalinan kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan masyarakat, " pesan Presiden Jokowi.

Pidato yang sederhana, dalam arti tidak hiperbola, sehingga mudah dimengerti. Pesan inspiratif yang mengingatkan saya pada ucapan mendiang President AS Franklin D Roosevelt yang mengatakan bahwa, “Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda, tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan."

Sebagai Presiden RI, Jokowi kiranya telah dan akan terus bekerja keras membangun masa depan bangsa Indonesia. Oleh karena itu pesan Jokowi yang menitipkan pembangunan generasi muda kepada guru adalah penting untuk dilaksanakan dan didukung sepenuh hati.

Demikian Bejo. Begitulah Jokowi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *