Bejo: METALLICA NGEFANS JOKOWI , AHMAD DHANI ENGGAK by Harry Tjahjono

Bejo: METALLICA NGEFANS JOKOWI , AHMAD DHANI ENGGAK by Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Pekerja Budaya

Selain mengaku ngefans Rhoma Irama, bahkan pernah duet bareng nyayi “Darah Muda" di panggung Jakarta Night Festival, Jokowi juga dikenal penggemar musik cadas, termasuk Metallica. Karena itu, ketika promotor musik Jonathan Liu yang akan menggelar konser Mettalica di Jakarta menemui mereka di Amerika, 2013, Robert Trujillo si pembetot bass Metallica spontan menitip sebuah bass gitar yang ia tandatangani dan ditulisi pesan, “Giving back! To Jokowi: Keep playing that cool, funky bass!‎".

Kendati girang dihadiahi bass gitar oleh pemusik dunia kesukaannya, Jokowi memilih melaporkan pemberian Robert Trujillo itu ke KPK. Setelah dikaji, KPK menyatakan bass gitar itu termasuk dalam kategori gratifikasi karena berkaitan dengan jabatan Jokowi sebagai Gubernur DKI. Dan Jokowi menerima keputusan KPK yang akan melelang dan uangnya disetor ke kas negara.

Namun, karena dianggap unik dan bernilai historis, KPK tidak jadi melelangnya. Sampai sekarang, bass gitar warna merah marun itu dipajang di Galeri Gratifikasi KPK, sebagai pembelajaran bagi pejabat lain agar berani jujur mengakui dan menyerahkan barang gratifikasi yang diterimanya.

Tapi, Mettalica rupanya terlanjur ngefans Jokowi. Empat tahun kemudian, drummer Metallica, Lars Ulrich, sampai menitip piringan hitam album Master of Puppets yang ditandatanganinya kepada Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke, yang akan berkunjung ke Indonesia. Dan pada Selasa (28/11/2017), piringan hitam album ketiga band Metallica itu oleh Perdana Menteri Denmark disampaikan kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Menurut Jubir Kepresidenan Johan Budi, sama seperti pemberian sebelumnya, Jokowi juga berencana melaporkan dan menyerahkannya ke KPK.

Yang menarik, rasa bahagia dan kebanggaan Lars Ulrich memberikan piringan hitam itu kepada Presiden Jokowi, pada Rabu (29/11) diunggah di akun Instagram @larsulrich. Selain mengunggah foto Presiden Jokowi menerima piringan hitam, drummer Mettalica itu menulis, “This is way cool… I signed an MOP box set for Danish Prime Minister Lars Løkke Rasmussen to give to Indonesian President Joko Widodo who is well known as a huge fan of rock music and came to see us in Jakarta in ‘13… music really does connect people!!!"@larsloekke @jokowi #masterofpuppets."

(“Ini keren banget… aku menandatangani MOP box set untuk diserahkan Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Ramussen kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, dia adalah seorang penggemar besar musik rock dan mendatangi konser kami di Jakarta pada tahun 2013… musik benar-benar bisa menghubungkan orang-orang!!!")

Selain Metallica, grup musik Slank, komponis Addie MS dan banyak lagi pemusik yang ngefans Jokowi. Tapi, tentu saja tidak semua musisi Indonesia suka Jokowi. Ahmad Dhani, misalnya, yang pernah berorasi saat demo di depan istana, bahkan sampai bersilat kata berteriak, “Saya ingin katakan presiden anjing…, tapi itu tidak boleh." Dlsb.

Bukan ungkapan yang merdu atau patut didengar, memang. Mungkin karena Dhani belum mendunia seperti Metallica yang lebih bisa berendah hati untuk ngefans Jokowi–meskipun sosok pria asli Solo itu tidak segahar Hitler dan bahkan jauh dari penampilan seorang rocker.

Demikian Bejo. Begitulah Jokowi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *