Syahdan di persimpangan itu, Sangaji dan SaJindri bengong termangu, tak tahu benua mana yang harus dituju, karena setiap akan melangkah selalu ragu, karena daya tarik dan pesona kedua benua itu, dua benua itu sama memikat rasa ingin tahu, bahkan mencoba mempengaruhi rasa rindu. Sangaji dan Salindri saling pandang, diam-diam salingRead More →

Bisa berbicara seperti halnya manusia, hanyalah salah satu keajaiban Kitab Smaragama. Dan sesungguhnya masih tak terhingga banyaknya keajaiban dan kegaiban yang dapat dilakukannya, antara lain bisa mengubah cinta menjadi mantra yang dapat menyembuhkan segala macam duka, juga bisa menyenandungkan lagu pelipur lara, bahkan bisa menjelma menjadi Smaradahana, yakni menggaibkan diriRead More →

03 Persembahan Perawan Demikianlah yang tersurat dalam kehidupan Sangaji dan Salindri, sepasang duta kebahagiaan, juga para pengantin yang disucikan pernikahan, tatkala kedua pasangan saling mempersembahkan keperjakaan dan keperawanan di malam kebahagiaan. Barangkali terasa kuno, dan mengherankan, apabila di abad yang ditandai peradaban zaman edan, di mana zinah dimaknai sebagai modernisasiRead More →

02 Memetik Kesucian Hatta terpenuhilah janji malam pertama, tatkala Sangaji mendengar Salindri, istrinya tercinta, mengaduh kecil sambil memagut, menggigit lehernya, dan kedua lengannya yang licin berpeluh mirip belalat gurita, melilit dalam pelukan sepenuh daya yang tersisa. Se$aat tubuh Salindri meregang dan meronta, demi menahankan rasa ngilu perih terluka, saat kesuciannyaRead More →

HARRY TJAHJONO Smaragama Kitab Rahasia Seni Bercinta Selain Kamasutra yang terbit sekitar tahun 322-298 SM, bisa jadi hanya Smaragama satu-satunya prosa liris tentang seks. “Bagi kalian yang baru pertama kali melakukan hubungan intim suami istri hendaknya mengetahui wejangan ini.” “Kepada kalian diberikan indra penciuman, maka berciumanlah dengan masing-masing pasangan, kecup-kucuplahRead More →