TRIDIANTO: “Sedulur itu karena persamaan darah, sahabat karena persamaan pikiran dan hati”

TRIDIANTO: “Sedulur itu karena persamaan darah, sahabat karena persamaan pikiran dan hati”

Tridianto (Wasekjen Hanura)

TRIDIANTO

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura

“SEDULUR ITU KARENA PERSAMAAN DARAH, SAHABAT KARENA PERSAMAAN PIKIRAN DAN HATI"

Di dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanur di bawah kepemimpinan  Oesman Sapta Odang kini diisi orang-orang yang dikenal loyal pada mantan Ketua Umum Partai Demokrat (DPP) Partai Hanura, Tridianto yang mantan ketua DPC Partai Demokrat Cilacap, kini menjadi wakil sekretaris jenderal Hanura.

Menurut Tridianto, saat ini sekitar 30 sahabat Anas Urbaningrum (AU) duduk di kepengurusan Hanura. “Jumlah ini saya percaya akan terus bertambah," katanya Menurut Tri, salah satu alasan sehingga dirinya dan sejumlah Sahabat AU lainnya memilih Hanura sebagai gerbong politik baru karena Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto telah membuktikan komitmen untuk tidak membangun politik dinasti.

Berikut ini wawancara neoVista dengan Tridianto yang dikenal blak-blakan, lugas, tanpa basa-basi dan dalam logat Banyumasan yang kental. ………

Bagaimana dan apa yang membuat Anda dulu bergabung Dan kemudian meninggalkan dari Partai Demokrat?

Nyong masuk Demokrat setelah sebelumnya ikut bantu Pak SBY pada Pilpres 2004. Waktu itu jadi Ketua Tim Sukses di Cilacap. Ya lalu masuk Demokrat dan aktif ikut membesarkan partai. Nyong gak jadi caleg krn gak ingin masuk DPR atau DPRD. Nyong tambah semangat karena di Demokrat ada Mas AU yg bisa diharapkan. Makanya waktu Kongres nyong dukung AU karena ingin Demokrat tambah besar, walaupun Pak SBY dukung yg lain. Tapi kemudian Mas AU didzalimi, digusur pakai alasan hukum, ya sudah nyong gak tertarik lagi di Demokrat. Nyong tahu kok kasusnya itu dipaksakan hanya untuk gusur Mas AU. Nyong yakin Mas AU gak korupsi seperti yg dituduhkan itu.

Setelah hengkang dari Demokrat Dan fokus berbisnis lagi, kenapa sekarang Anda terjun ke dunia politik lagi?

Kok sekarang nyong masuk politik lagi?

Ya karena nyong menghargai persahabatan. Nyong diajak ngobrol Mas AU bersama kawan-kawan. Kesimpulannya gak boleh berhenti dan mati. Ya nyong setuju, karena nyong loyal bersahabat. Apa nyong mau nyaleg? Belum tertarik kok untuk jadi anggota dewan. Nyong menikmati hidup begini dan jaga persahabatan. Sahabat itu anugerah Tuhan yg berharga. Pokoknya nyong tetap loyal bersahabat dan ingin nimba ilmu terus dari Mas AU, juga kawan-kawan yg lain. Gitu saja, sederhana kok. Tidak ada ambisi politik ingin jadi ini dan itu. Berpartai itu buat nyong ya untuk nambah teman dan belajar nambah ilmu. Gak tahu nantinya kalau ilmu sudah lumayan. Itu urusan nanti saja.

Jadi lebih karena hampir sebagian besar Sahabat Anas Urbaningrum saat ini bergabung di Partai Hanura?

Sahabat Mas AU ada di mana-mana. Sebagian masuk Hanura. Sebagian masih di Demokrat. Sebagian belum mau ikut partai dulu, nunggu Mas AU dapat keadilan. Nyong termasuk yang masuk Hanura, karena nyong ingin terus belajar saja. Nyong memang senang kumpul-kumpul dan ngikuti perkembangan politik.

Dapat Anda ceritakan kenapa persabahatan Anda dengan AU dulu sampai membuat Anda bersitegang dengan sejumlah politisi senior Demokrat, bahkan dengan SBY?

Nyong kan kenal hampir semua politisi demokrat. Nyong juga tahu banyak politisi lain. Lha nyong jadi heran, ada tokoh muda bagus kok malah digusur dan mau dimatikan. Aneh banget. Kan sulit cari tokoh bagus. Nyong gak bisa terima ada tokoh bagus yg didzalimi dan dipersalahkan dlm kasus korupsi. Bukan koruptor kok dihukum kasus korupsi. Nyong yakin karena nyong tahu persis. Gak usah nyong, masyarakat pun bisa menilai kok siapa yang ngerjain Mas AU. Ya memang kalah, karena lawannya orang yg paling kuasa saat itu. Ini yg nyong sulit terima.

Apa pendapat dan bagaimanakah Anda  memaknai persahabatan itu?

Nurut nyong sahabat itu seperti dulur. Dulur itu karena persamaan darah. Sahabat itu karena persamaan pikiran dan hati. Jadi sahabat itu kadang-kadang melebihi dulur. Tidak ada hubungan darah tapi dekat karena pikiran dan hatinya nyambung.

#neoVista

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *