TRIDIANTO: Kalau Mau Kritik Presiden Jokowi Cari Hal yang Lebih Penting dari Soal Mantu.

TRIDIANTO: Kalau Mau Kritik Presiden Jokowi Cari Hal yang Lebih Penting dari Soal Mantu.

Di tengah kebahagiaan yang tengah dirasakan Presiden Jokowi dan keluarga, pernikahan Kahiyang rupanya mendapatkan perhatian tersendiri oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Menurut politikus PKS itu, pernikahan putri Jokowi berlebihan.

Akan halnya Presiden Jokowi mengatakan kepada pers bahwa acara pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution diselenggarakan secara sederhana. “Ya relatif-lah ya yang namanya sederhana.. Wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan. Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri. Jadi jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini,” ucap Presiden.

Akan halnya menurut Wasekjen Hanura Tridianto tergantung sudut padang masing-masing orang. Tri mengatakan, wajar jika pernikahan putri Jokowi dianggap mewah kalau dibandingkan dengan resepsi rakyat biasa. Namun kalau dibandingkan dengan sesama presiden, kata Tri, tentu tidak terlalu mewah.

“Biasa saja. Malah lebih sederhana kok. Coba lihat lokasi resepsinya saja di Solo. Kan Pak Jokowi bisa pakai istana Bogor atau Cipanas atau di hotel mewah diJakarta misalnya. Tapi kan miliknya di Graha Saba Solo yg relatif sederhana," kata Tri. Tri pun menyayangkan jika lawan politik justru mengambil kesempatan acara sakral pernikahan Kahiyang untuk menyerang Jokowi. Menurut dia, hal tersebut tak etis dilakukan. “Kalau mau mengkritik Pak Jokowi ya cari hal lain yang lebih penting. Apa kurang bahan? Kok urusan pernikahan anak saja diserang," kata dia.

Berikut ini petikan wawancara dengan Tridianto perihal kritik politisi. Episode Politik

Di sosial media, utamanya twitter dan media online, politisi seringkali tampak senang jika bisa menyerang lawan politiknya dengan berbagai kiat provokasi, sinisme, olok-olok bahkan polling yang direkayasa demi mendukung serangan politiknya. Bagaimana Anda memandang kecenderungan politisi yang berperilaku seperti itu?

Politisi tugasnya kan ngurusi kepentingan rakyat. Yang di dalam bikin kebijakan yang baik buat rakyat. Yang di luar bisa bikin kritik-kritik yg baik untuk rakyat. Bukan saling serang. Bukan mengolok+olok. Saling kritik nurut nyong boleh dan baik. Sindir-sindir yang gak kasar bolehlah. Tapi ya jangan kelewatan. Kalau kebablasan kan bisa bikin panas dan berantem. Di medsos atau bukan medsos ya kudu ada ukurannya. Gak boleh bebas sebebas-bebasnya.

Kritik itu memang penting, perlu dan mencerminkan demokrasi. Menurut Anda, kritik seperti apa yang seyogyanya harus dilakukan untuk mengkritisi lawan politik?

Nurut nyong yang dikritik bukan orangnya. Mas Anas pernah ngajari nyong, kritik jangan kepada pribadi orang. Tapi pada sikap dan kebijakan. Itu nyong masih ingat. Jadi ya gak boleh nyerang karena orang itu kurus, gemuk, pendek, keriting, sukunya, agamanya, ya yang begitu-begitu gak boleh. Yang boleh misalnya karena sikapnya kasar, gak pakai sopan santun. Misalnya kritik karena kebijakan merugikan petani, buruh, pebisnis jamu, pedagang kaki lima. Ya itu boleh dan baik.

Belum lama ini ada kader partai tertentu yang dijadikan tersangka oleh polisi karena dianggap menyebarkan meme Setya Novanto saat dirawat di rumah sakit. Bagaimana Anda menyikapi kritik lewat meme? Bukankah kritik lewat karikatur sudah lama ada? Apakah meme tidak bisa disamakan dengan karikatur?

Ya tergantung sih meme seperti apa. Kalau seperti karikatur, sindiran, guyonan ya nurut nyong rapopo. Itu kan biasa saja. Tapi kalau menghina ya gak boleh. Kadang misalnya ada meme kepala orang diganti kepala asu, ya ini kan kebablasan. Sudah menghina yg seperti itu. Ya kudu ada batasannya yang wajar.

Apa dan bagaimana Anda menyikapi kritik dari lawan politik Anda? Sejauh mana Anda bisa menerima kritik tersebut? Bagaimana jika yang diserang adalah pribadi dan bukan pemikiran atau langkah politik Anda?

Kalau nyong pribadi sih gak begitu peduli. Kan nyong pernah waktu dialog di TV diserang soal poligami, dikatain tukang jamu. Ya nyong cuek aja. Serangan seperti itu sih gak mutu. Nyong ketawa saja. Emang gua pikirin hehehe. Biar penonton yang menilai serangan model gituan. 05. Sejauh ini, apakah Anda pernah menjadi sasaran kritik maupun serangan politik? Kapan dan bagaimana kritik tersebut Anda hadapi? Apakah Anda selalu siap untuk dikritik?

Sejauh ini, apakah Anda pernah menjadi sasaran kritik maupun serangan politik? Kapan dan bagaimana kritik tersebut Anda hadapi? Apakah Anda selalu siap untuk dikritik?

Ya itu tadi contohnya. Intinya nyong siap saja dikritik dan diserang. Nyong lihat dari dulu kalau dialog di TV Mas Anas sering diserang lawan bicarany tenang-tenang saja. Gak pernah emosi. Nyong juga pernah beberapa kali lihat mas Anas diserang pertanyaan-pertanysan tajam oleh wartawan, ya dijawab semua dengan tenang dan santai. Ya nyong ingin juga belajar begitu. Jadi nyong ya siap saja pokoknya kalau ada yg kritik atau nyerang. Gak boleh marah-marah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *