DON HASMAN di Dungus Forest Park Madiun Harry Tjahjono

DON HASMAN di Dungus Forest Park Madiun Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penghayat Humor
Siang itu, Kamis, 19 April 2018, Dungus Forest Park Madiun kedatangan tamu luar biasa spesial: DON HASMAN. Masyarakat awam, utamanya di daerah, mungkin tidak banyak yang tahu siapa Don Hasman. Bahkan Mas Herutomo, yang sedang bergulat menyempurnakan gallery ranting di destinasi wisata hutan itu, hanya terkesima oleh kehadiran pria berusia 78 tahun yang menyalaminya dengan hangat.
 
Don Hasman memang lebih dikenal karya etnofotografinya dibanding wajahnya. Bukan hanya di Indonesia, karya fotografi Don Hasman bahkan dikenal dunia! Maklum, sepanjang usianya, Don Hasman telah mendaki banyak gunung di dunia, menjelajah suku-suku pedalaman.
Dia adalah orang Indonesia pertama yang mendaki Himalaya. Pada 1978, dia menaklukkan puncak Nuptse (7.861 mdpl). Dua tahun sebelumnya, Don Hasman menaklukkan Kala Patthar (5.644) dalam perjalanan menuju Everest Base
 
Pria kelahiran Cirebon, 7 Oktober 1940, itu memang terkenal sebagai penjelajah. Pada 1986, Oom Don berhasil menaklukkan salah satu gunung tertinggi di dunia, yakni Kilimanjaro (5.895), di Tanzania. Semua perjalanannya, termasuk blusukan ke suku-suku pedalaman, diabadikannya lewat kamera. Para fotografer menjulukinya sebagai “Bapak Etnofotografi Indonesia".
 
Konsistensinya di bidang fotografi membuat Don Hasman mendapat penghargaan 100 Famous Photographers in the World dari Pemerintah Perancis pada tahun 2000. Pada 2007, pada usianya yang menjelang 70 tahun, pria yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fotografer Indonesia itu berjalan sejauh 1.000 km dari Perancis ke Spanyol lewat jalur Santiago de Compostela. Butuh waktu 35 hari berjalan kaki melintasi jalur ziarah umat Katolik pada abad ke-9 tersebut.
 
Kendati menyandang prestasi internasional yang sulit tertandingi fotografer dunia, Don Hasman tetaplah seorang pria bersahaja, bersahabat dan tak segan berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada sesama. Berada di Dungus Forest Park Madiun, Don Hasman tampak bersemangat dan mengapresiasi kerja budaya yang dilakukan Mas Herutomo. Don menyatakan terkesan dengan upaya membangun masa depan masyarakat petani hutan sosial yang lebih berpengharapan.
 
Kepada Mas Herutomo, pria penjelajah dunia ini berpesan, “Tetaplah melakukan pekerjaan membangun Dungus Forest Park ini dengan hati. Bekerjalah seperti sungai yang mengalir di tempat ini. Mengalir tanpa henti."
 
Sebuah pesan, sebuah spirit, sebuah harapan sederhana yang tulus dan menggetarkan hati. Terima kasih Maestro Etnofotografi Don Hasman…***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *