FAHRI HAMZAH #2018GantiPresidenPKS  Harry Tjahjono

FAHRI HAMZAH #2018GantiPresidenPKS  Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

Walaupun belum sampai jadi pengagum, saya menaruh hormat kepada Fahri Hamzah (FH). Saya tidak kenal FH, hanya pernah bertemu dua kali. Sekali bersalaman dan ngobrol  sebentar di Metro TV saat  saya menulis salah satu acara yang saya lupa judulnya di mana FH jadi narasumber. Kedua kali di TIM ketika saya didaulat membaca puisi karya Teguh Esha untuk memperingati Peristiwa Malari dan FH hadir sebagai penonton. Selebihnya saya hanya membaca FH dari media online dan cuitannya di twitter.

Sebagai aktivis dan politisi, jejak FH bisa dilacak sejak sebelum era  reformasi 1998. Berani, kritis, tak gentar menyempal dari pendapat dan arus politik mainstream pun bahkan bertentangan dengan garis kebijakan partainya sendiri. FH juga dikenal jago debat, argumentasinya sulit dipatahkan, statemennya tajam seringkali sarkastik walau terkadang terpeleset sekadar sensasional. FH adalah salah satu pendiri yang ikut membesarkan PKS. Harus diakui bahwa FH adalah kader PKS paling popular, bahkan kemashyurannya melampaui popularitas Sohibul Imam yang Presiden PKS.

Oleh karena itu saya heran, tepatnya bingung, ketika membaca berita bahwa FH dipecat PKS. Saya tentu saja tidak tahu dan tidak ingin tahu sebab-musababnya. Saya hanya heran, bingung dan tidak yakin PKS benar memecat salah satu kader terbaiknya yang bahkan menjabat Wakil Ketua DPR RI. Saya bahkan mengira berita pemecatan FH dari PKS itu sebagai fiksi. Saya baru percaya ketika FH melawan pemecatannya lewat jalur hukum dan terbukti menang. Alhasil, atas nama hukum pemecatan FH diputuskan tidak sah sehingga FH tetap menjabat Wakil Ketua DPR RI dan masih anggota PKS. Selebihnya orang sudah banyak tahu kelanjutan soal perseteruan FH dengan petinggi PKS yang berbuntut panjang itu.

Kemenangan FH atas pemecatan dirinya oleh PKS membuktikan ketangguhannya sebagai politisi. Oleh sebab itu, menurut saya PKS hendaknya justru bersyukur punya kader sekaliber FH. Alih-alih dipecat, mestinya FH diangkat menjadi Presiden PKS. Sebab, daripada bermanuver dengan kaos politik bertagar 2019 Ganti Presiden yang paling banter akan membuat PKS dapat jatah Cawapres, akan lebih bermanfaat dan konkret jika FH didaulat menggantikan Presiden PKS 2018. Dengan demikian pada Pilpres 2019 PKS punya tokoh yang layak diusung sebagai Calon Presiden.

Meskipun bukan juru filsafat, sebagai penghayat humor saya berpendapat bahwa “filosofi fiksi" manuver kaos politik bertagar 2019 Ganti Presiden hanya sekadar menyasar target Cawapres, atau kalau dalam pertandingan olah raga targetnya hanya meraih medali perak. Dalam bahasa politik, barangkali medali perak itu target realistik. Sedangkan dalam bahasa humor, medali perak itu target fiksi. Sebab, dengan jumlah parpol yang lebih banyak dan lawan politik yang petahana, bisa meraih medali perunggu saja sudah termasuk fiksi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *