SECANGKIR TAGLINE PILKADA Harry Tjahjono

SECANGKIR TAGLINE PILKADA Harry Tjahjono

Harry Tjahjono
Penulis

 Selama hampir sebulan menjabat “mandor gebyok" di Madiun, setiap pagi, siang, sore dan malam hari saya tour de reses ngopi gembira di mana-mana. Bercangkir-cangkir kopi cilik saya teguk sembari menyeruput rindu dan nostalgia. Selain itu, selama menjabat “mandor  gebyok’ , saya merasa terkepung tagline pilkada yang ditawarkan kepada warga kota Madiun tercinta. Maka saya pun tergoda untuk menyeruput kopi tagline dan “menafsirkannya".

SANTUN & MENGAYOMI

Tagline yang “wise". Menjanjikan kedamaian, menawarkan kenyamanan. Tagline ini tampaknya juga berniat membasuh trauma, setidaknya ingin menjawab kegamangan  warga yang pernah dipimpin seorang walikota arogan, otoriter dan gemar ganti pejabat sesukanya. Gaya kepemimpinan arogan di era yang lalu, tak syak, memang tidak layak ditiru, apalagi dilestarikan. Karena arogansi, ketidak-santunan, hanya menimbulkan resistensi, kebencian massal, tidak produktif dan menyuburkan apatisme kolosal.

BERANI BERUBAH

Tagline yang “progressive". Menjanjikan pembaruan. Menegaskan perubahan sebagai keniscayaan yang tidak terelakkan, seperti halnya “kehendak Tuhan" “meniupkan “ruh" ke dalam sperma demi menyempurnakan diri menjadi bayi, menjadi manusia. Seperti kata Heraklitos bahwa: Panta Rhei, segalanya mengalir,  yang abadi hanyalah perubahan.  Dan keberanian adalah syarat absolut untuk bisa mewujudkan banyak hal, termasuk perubahan. Tagline ini juga mengingatkan saya pada Fauzi Bowo yang memenangi Pilgub Jakarta 2007-2013 dengan tagline “Serahkan pada Ahlinya" yang dibikin Mas Biakto, tokoh senior advertising, dengan berlandaskan Hadist.

MAKMUR ADIL SEJAHTERA MADIUN IKI AE

Tagline yang “normative". Menjanjikan kehidupan sosial yang ideal. Menawarkan tata krama bermasyarakat yang damai dan toleran. Sebab, bagaimanapun, utopia makmur adil sejahtera memang layak diperjuangkan. Yang juga menarik adalah “gimmick" kreatif MADIUN IKI AE, yang “mengadopsi" tanda plat nomor kendaraan Madiun, AE, sebagai “subtagline" MAKMUR ADIL SEJAHTERA.

Secangkir tagline pilkada, hemat saya, analog dengan secangkir kopi yang disajikan barista. CARA menyajikannya bisa dengan cangkir atau gelas. Tapi, BAGAIMANA menyajikannya, seorang barista tulen tentu akan memerlukan kaidah gastronomi kopi.

Demikian pula CARA menyajikan tagline bisa dengan baliho, medsos, leaflet, menghadiri pengajian, temu muka dan seterusnya. Tapi, BAGAIMANA menyajikan tagline tentu membutuhkan kaidah kreativitas komunikasi yang memadai.

Tanpa bermaksud memuji atau memihak, saya merasa perlu mengapresiasi SELOSO BLONJO, kontrak politik dan menggantikan tugas ibu rumah tangga pada 21 April, sebagai kaidah kreativitas komunikasi tentang BAGAIMANA menyajikan secangkir tagline pilkada.

Salam manusia gembira.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *