ETIKA BATARA KALA”DESTROYER”YANG MASIH PUNYA ATURAN Donny Aries

ETIKA BATARA KALA”DESTROYER”YANG MASIH PUNYA ATURAN Donny Aries

Donny Aries
Penulis

Kalau sobat Neo masih belum mengenal Batara Kalla inilah cuplikan kisahnya gaess.

Ketika jaman dewa dewa masih nge trend,tersebutlah seorang raja semua dewa yang bertitel Batara Guru,dewa canggih bertangan empat yang menjadi raja semua dewa di Jonggring Salaka.

Konon saat Batara Guru tamasya dengan istrinya yang mempunyai nama dewi Uma naik seekor sapi keramat yang mempunyai nama Lembu Andini,terbang diatas samudra,raja dewa ini paling bergairah melihat keelokan sang istri,ketika kain pada betisnya yang mulus terisingkap,membuat Batara Guru mengerjakan senggama dengan Dewi Uma.

Pendek kata dari perbuata mereka tanpa disadari kama/sperma Batara Guru menetes jatuh di samudra tersebut,kama yang jatuh menciptakan samudra bergemuruh dan jadilah makhluk raksasa yang menyerang seluruh hal,dinamakanlah makhluk itu Batara Kalla.

Seiring berjalannya waktu kian menjadi jadilah kerakusan,ketamakan dan durjana Batara kalla,hingga pada masa-masa terjadi bentrokan antara batara Guru dan dewi Uma,sang Dewi dikutuk menjadi raseksi berjuluk Dewi Durga.

Cerita mulai menarik saat akhirnya Durga menjadi istri batara kalla,aturan dilanggar,kaidah ditabrak,etika dilalaikan itulah kehidupan raksasa yang memang tanpa aturan.

Ibarat situasi dunia ketika ini dimana etika,moral,hukum maupun nurani dilanggar berakhir habisan,korupsi,kolusi,nepotisme bahkan yang cerah terangan telah terbuktipun masih mengelak.

Moralitas dan mentalitas “raksasa" memang sduah menjadi kebiasaan saat ini,dimana rasa malu,rasa bersalah ataupun mentalitas destroyer menjadi gaya hidup.

Koruptor yang masih melambaikan tangan seperti seorang artis saat tertangkap didepan kamera,tokoh agama yang mencedrai agamanya dengan perbuatan dan tindakan tanpa etika.

Yups memang tidak seluruh begitu,walau juga tidak sedikit pula yang terciduk sebab kedoknya.

Nah saking gerahnya Batara Guru dengan kelakuan Batara kalla kesudahannya dia diajak menghadap,ketika sujud menghadap maka Batara guru mencukur taring kiri dan kanan Batara kalla.

Dan menciptakan aturan bahwa kalla jangan memakan sembarang manusia,dia mesti mentaati aturan itu atau bakal binasa sebab aturan tersebut.

Batara Kalla yang sekitar ini ngawur,asal makan,asal terkam menjadi paham mana yang boleh dan tidak,itupun dia pegang teguh menjadi satu ketaatan yang baku.

Nah bermula dari sini aturan aturan yang ditegakkan bakal menjadi pedoman untuk mengerjakan tindakan dan perbuatan dibuntuti dengan sangsi yang tegas dan jelas.

Batara kalla yang digdaya mandraguna juga taat dan tunduk pada aturan yang ada,kenapa insan tidak?

Semoga menjadi kisah berisi inspirasi menjadi tolak ukur Raksasa(simbol kehancuran) saja punya etika terhadap aturan/hukum.

Salam Rahayu Manusia Gembira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *