DAHLAN ISKAN: Jangan Sampai NU Pecah Gara-Gara Pilgub

DAHLAN ISKAN: Jangan Sampai NU Pecah Gara-Gara Pilgub

Selain kyai dan ulama Nahdatul Ulama, salah satu tokoh yang berpengaruh di Jawa Timur adalah Dahlan Iskan. Oleh karena itu, jelang Pilkada Jawa Timur, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turun langsung ke Surabaya guna meminta masukan kepada mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan it, terkait dengan ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Pak Dahlan Iskan adalah tokoh penting dan berpengaruh di Indonesia maupun Jatim, sehingga pandangan beliau sangat dibutuhkan," ujar Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, di sela mendampingi Megawati di ruang VIP Bandara Juanda, Surabaya, Sidoarjo, Senin (11/9/2017) kepada Antara.

Jauh hari sebelumnya, bos Jawa Pos Grup sekaligus mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berpendapat duet Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas sebagai pasangan yang berpeluang maju di Pemilihan Kepala Daerah 2018.

“Kalau keduanya bisa bergandengan dengan partai-partai politik maka kemungkinan majunya Jawa Timur akan semakin mudah tercapai," ujarnya di sela menjadi pembicara sarasehan Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di Surabaya, Minggu (20/8/2017).
Karena itulah, Dahlan Iskan berharap NU pada Pilkada Jatim yang diselenggarakan 27 Juni 2018 memiliki satu calon saja sehingga tidak bersaing sesama kader karena dikhawatirkan dimenangkan oleh pihak ketiga.

Menurut Abdul Wahid Asy’ari, salah satu jajaran direksi neoVista yang pekan lalu bersama beberapa teman berkunjung ke rumahnya, sosok Dahlan Iskan itu sangat sederhana, ramah dan low-profile.
“Saya disuguhi hidangan pisang goreng yg khusus dimasak istrinya sendiri (pisang goreng kendari).

Pembicaraan petama; seputar desain rumahnya yg alami. Pak Dahlan juga bercerita kalau di rumah ini sering di buat tempat pertemuan/silaturrahi. Bahkan beberapa bulan yang lalu banyak kyai NU kumpul di sini untuk bicara calon Gubernur Jatim dari NU. Dan kemunculan Mensos Khofifah sebagai Bacagub Jatim, juga membuat Pak Dahlan semakin khawatir NU bakal terbelah," kata Wahid.

Setelah diskusi panjang lebar tentang masalah politik, “Beliau bertanya kepada saya awal mula saya di dunia politik? Saya jawab otodidak. Mulanya saya di ajak KH. Yusuf Hasyim (putra Hadratusyaik KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU yg juga paman dari Gus Dur) beliau biasa dipanggil Pak UD. Bahkan waktu Pak Ud rapat dengan Amien Rais, Hamzah Haz dan anggota  poros tengah  untuk mengusung/menggolkan Gus dur jd presiden saya juga ikut di dalamnya. Dari itu saya bisa belajar banyak dunia poltik," kata Wahid.

Mendengar penjelasan tersebut, dengan hangat Dahlan Iskan memvatajan bahwa, “Itu pelajaran yg tidak ada di bangku sekolah, praktik langsung, dan itu sangat luar biasa."
Kemudian ketika Wahid dkk pamit, “Pak Dahlan menasihati agar semua temen yang mendampingi saya disarankan berbisnis. Tapi khusus untuk saya harus tetap di politik, baik sebagai konsultan atau mediator," kata Wahid yang juga dikenal setting menjadi konsultan politik di sejumlah Pilkada. *ht

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *