Nonton film: A QUIET PLACE oleh: Heryus Saputro Samhudi

Nonton film: A QUIET PLACE oleh: Heryus Saputro Samhudi

Nonton film:

A QUIET PLACE

oleh: Heryus Saputro Samhudi

Zaman film bisu sudah lama berlalu. Di zaman now…dialog ataupun monolog dalam film-film cerita, umum disuarakan dengan jelas dan artikulatif. Karenanya, sungguh mengejutkan bahwa nyaris di sepanjang film A Quiet Place karya sutradara muda Amerika Serikat potensial, John Krasinski, dialog antartokoh dalam cerita dihadirkan tanpa disuarakan. Nasihat ibu dan ayah kepada anak-anaknya, protes anak pada ibu dan ayahnya, ataupun kalimat cinta suami pada istrinya, diungkapkan dengan gambling, tapi lewat bahasa isyarat: yang hanya tergambar pada gerak bibir, isyarat tangan dan gestur tubuh lainnya. Padahal tak seorang pun tokoh dalam cerita yang penyandang tunarungu. Semua manusia normal, punya suara dan punya hak bersuara. Kenapa begitu?

“Jangan ada suara melebihi suara alam, melebihi suara hujan, melebihi suara daun jatuh. Jangan batuk, jangan suarakan apapun kata-katamu. Sedikit saja terdengar suara, mereka akan mendengar dan datang menyergap kita,” begitu kira-kira arti bahasa isyarat yang diungkap Lee Abbott (juga diperankan John Krasinski) kepada putri dan putranya, Regan Abbott   (Millicent Simmonds) dan Marcus Abbott (Noah Jupe). Ibu mereka, Evelyn Abbott (Emily Blunt) mengangguk-angguk, membenarkan.

Tidak diceritakan, siapa keluarga Abbott. Yang pasti mereka bertahan tinggal di suatu kawasan perkebunan subur dekat sebuah ‘kota mati’. Tak tampak selain keluarga itu. Di seputar, rumah-rumah kosong ditinggal penghuninya. Mobil-mobil bersera di pinggir jalan, dipenuhi reruntuhan daun yang menyampah. Sungguh sebuah kota mati. Perkantoran, toko-toko penuh barang ditinggal begitu saja dengan dengan pintu tak terkunci. Lahan-lahan pertanian, kebun sayur dan buah-buahan tak ada yang memanen. Semua warga pergi, atau sebagaimana berita pada guntingan-guntingan koran: “hilang atau terbunuh” oleh mahluk-mahluk aneh mirip laba-laba (alien, kah…?) tidak bermata, tapi mampu mendeteksi kehadiran mahluk lain (untuk dimangsanya) hanya dari suara atau kegaduhan yang ditimbulkannya.

Keluarga Abbott juga punya pengalaman sedih. Satu siang saat mereka memulung atau mengambil bahan makanan dan barang keperluan hidup di sebuah took serba ada yang terbuka dan ditinggal pemiliknya, Beau Abbott (Cade Woodward), adik Regan dan Marcus, tertarik memiliki  pesawat mainan yang digerakkan dengan sistem batere. Marcus sudah meningatkan sang adik agar tak membawa pulang baterenya, “Tanpa batere pun bisa dimainkan, dan tak menghasilkan suara sirine,” begitu bahasa isyarat Marcus pada adiknya.

Tapi Regan amat sayang pada sang adik. Tanpa sepengetahuan yang lain, ia masukan batang-batang batere itu ke genggaman si adik. Menjelang sebuah jembatan besi, dalam pejalanan pulang ke rumah, terdengarlah suara “Nguiiing…! Nguiiing…!” pesawat mainan di tangan Beau. Sang ayah yang berjalan di muka berlari untuk menyelamatkan si bungsu yang asyik bermain pesawat di barisan belakang.

Tapi pemangsa lebih cepat. Dalam hitungan detik tubuh  Beau hilang dicaplok. Semua anggota keluarga menjerit, pedik. Tentu hanya dalam mimik dan gerak, tanpa suara yang hanya akan membuat mereka menjadi korban berikut.

Keep silence, please…!” ucap isyarat Evelyn, seraya menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya yang gemetar, takut, sementara pipinya bersimbah air mata. Ya, siapa tak pedih kehilangan putra di depan mata? Rasa takut dan keharusan tak bersuara pula yang dialami Evelyn saat suatu malam, perutnya yang hamil 9 bulan, melilit-lilit. Air ketuban telah pecah. Jabang bayi harus lahir di bath-tub. Ia bisa saja menahan sakit tanpa suara, menyumpal mulut dengan kain serbet. Tapi bagaimana dengan bayi, yang saat lahir akan selalu mengeluarkan jerit tangis sebagai tanda kehadirannya di dunia? Jangankan jerit bayi, suara benda jatuh karena tak sengaja tersenggol  pun sudah cukup memanggil datang mahluk haus darah itu. Bagaimana bisa menghindar?

Diproduksi Paramount Pictures  film drama horror-thriller berdasar skenario Scott Beck, Bryan Woods dan John Krasinski sendiri. Dibanding film-film Hollywood lainnya, barangkali  A Quiet Place tidak termasuk film berbiaya mahal. Tak ada dekor set ‘neko-neko’, gambarnya pun biasa-biasa saja. Tapi didukung skenario yang apik, dengan subject-matter yang tidak biasa, dan penyutradaraan yang memberi peluang bag pemain untuk mengembangkan aktingnya, ini sungguh film yang menarik ditonton.

“Di pelajaran membuat film ada istilah experience sinema, dimana penonton benar-benar bisa merasakan semua unsur penunjang sebuah film. Aku merasakan hal itu sepanjang menotonnya,” ucap Sena Adimasjati, lulusan FFT-IKJ ihwal A Quiet Place yang edar di bioskop-bioskop Jakarta mulai tanggal 2 April 2018. Padahal penonton di Amerika Serikat dan Eropa baru akan resmi menyaksikannya 4 hari kemudian.

(#heryussaputrosamhudi, 020418) .

Nonton film:

A QUIET PLACE

Resensi: Heryus Saputro Samhudi

 

A Quiet Place berkisah ihwal  pasangan suami istri yang tinggal di sebuah tempat terpencil bersama kedua anaknya. Mirisnya, mereka harus hidup dalam suasana yang sunyi. Mereka diharuskan untuk selalu menjaga ketenangan karena jika mereka membuat suara meski sedikit, maka akan muncul sebuah entitas misterius yang nantinya memburu mereka. Bahkan mereka pun bisa mendapatkan teror tanpa henti jika bersuara atau berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain.

Oleh karena itu, keluarga ini baga hidup dalam dunia yang sunyi abadi. Mereka tidak dapat mengeluarkan suara dan hanya bisa berkomunikasi lewat bahasa isyarat. Berapa lama mereka bisa bertahan hidup dalam diam, membisu tanpa kata? Ini perlunya kita nonton   A Quiet Place.

Film drama horror dan thriller produksi Paramount Pictures (dengan produser Andrew Form dan Brad Fuller) ini disutradarai John Krasinski berdasar skenario karya Scott Beck, Bryan Woods dan juga John Krasinski. Film Amerika Serikat dengan bahasa Inggris ini rilis tanggal 6 April 2018.

Pemain:

…(Emily Blunt), …(John Krasinski), Marcus (Noah Jupe), …(Millicent Simmonds), Beau (Cade Woodward), bayi 1 (Evagelina Cavolia),bayi 2 (Ezekiel Cavoli)

John Burke Krasinski (/krəˈzɪnski/; lahir di Newton, Massachusetts20 Oktober 1979; umur 38 tahun)  adalah seorang aktorsutradara dan produser asal Amerika Serikat. Ia terkenal karena perannya sebagai Jim Halpert dalam sitkom NBCThe Office. Ia tampil di berbagai film termasuk, Away We GoLeatherheadsLicense to WedBig Miracle, Something BorrowedIt’s ComplicatedPromised Land dan Aloha. Ia membintangi film Michael Bay tahun 2016, 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *