Sontolojoss: HOM HIBAH HIMPAUDI GAMBRENG! by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Sontolojoss: HOM HIBAH HIMPAUDI GAMBRENG! by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

————————————————————————————————————————————————————————————-
Sontolojoss adalah insan kampung yang bertabiat negative thinking, aprioristik dan berstamina loyo tapi akhirnya mampu bermetamorfosa jadi pribadi yang berbaik sangka, berpikir positif dan berstamina joss. Alhasil Sontoloyo yang menjadi Sontolojoss. Dah gitu aja.
———————————————————————————————————————————————————————————–

Siang-siang Sontolojoss takjub! Tepatnya heran bercampur kaget melihat Bu Nyunyun berdiri di depan gang sambil ngulik Android dalam busana wow: celana ketat dan make up menor layaknya biduan dangdut.

“Mau ke mana, Bu?" tanya Sontolos.

“Mau nrobos jalur busway," sahut Bu Nyunyun sambil ngulik Android.

“Lho? Nrobos jalur busway?"

“Iya. Ini lagi pesen taksi online. Ntar sopirnya saya suruh nrobos jalur busway. Biar ditawarin jadi Duta Trans Jakarta kayak Dewi Persik," jawab Bu Nyunyun sambil nutup aplikasi taksi online.

“Lho? Sebagai warga yang baik Bu Nyunyun nggak boleh serampangan begitu dong…."

“Biarin aja. Kalau pejabat boleh serampangan, kenapa warga nggak boleh? Lihat nih contohnya, baca sendiri nih!" kata Bu Nyunyun nyodori Android sambil ngeklik media online yang memberitakan bahwa Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), salah satu calon penerima hibah senilai Rp40,2 miliar dari DKI 2028, alamatnya ternyata masih menumpang di perusahaan tempat suami dari Ketua Himpaudi bekerja.

“Ngasih hibah Rp40,2 miliar ke lembaga yang kantornya saja masih numpang di kantor orang itu apa nggak serampangan, coba?" serang Bu Nyunyun.

“Ya itu sebetulnya kan cuma kesalahan administrasi biasa saja. Kemarin saya baca berita kalau sebetulnya cuma salah ketik jadi kebalik RT/RW nya. Bu Nyunyun kan tau sendiri, di Jakarta ini nama jalan, nomer rumah dan RT/RW kan memang semrawut. Dan kesemrawutan itu kan warisan Gubernur yang dulu, akibatnya ya menimbulkan kesalahan administrasi seperti sekarang ini," kata Sontolojoss ngademin.

“Salah ketik apaan? Kan Kepala Dinas Pendidikan DKI sudah ngakuin setelah dicek Himpaudi itu memang masih numpang di kantor perusahaan tempat suami Ketua Himpaudi bekerja! Baca, dong!" sergap Bu Nyunyun.

“Ya wajarlah. Himpaudi itu kan organisasi guru PAUD, yang gajinya kecil banget. Sekadar dari sumbangan orang tua murid. Wajar kalau kantornya numpang. Kita doakan saja setelah dapat hibah, Himpaudi punya kantor sendiri, sehingga penyaluran dana hibah bisa lancar dan menyejahterakan guru-guru PAUD. Kan begitu?" kata Sontolojoss sejuk.

“Saya setuju seribu persen guru PAUD harus bisa sejahtera. Tapi, hibah itu sebetulnya untuk menyejahterakan guru-guru PAUD atau supaya Himpaudi bisa punya kantor, sih?" todong Bu Nyunyun.

“Ya itu kan yang secara ilmiah disebut simbiosis mutualisme. Suatu hubungan yang membuat kedua belah pihak saling diuntungkan. Kalau argumen ilmiah, filosofi dan metodologinya sudah benar, praktiknya tentu juga lancar," kata Sontolojoss meniru intelektual.

“Lancar kan belum tentu benar? Apa lagi kalau menyangkut duit besar, biasanya orang kan cenderung melakukan korupsi supaya urusannya bisa lancar. Kan begitu?" sodok Bu Nyunyun.

“Bu Nyunyun nggak boleh begitu. Wong hibah untuk guru PAUD kok diributin. Mestinya kan ikut seneng. Jangan malah berprasangka buruk dikorupsi dan macam-macam. Biarlah pemimpin dan pejabat bekerja dengan tenang. Kalau beliau-beliau belum kerja sudah direcokin dan diributin kan repot. Biarlah waktu yang nanti menjawab dan membuktikan benar salahnya prasangka Bu Nyunyun. Kan begitu?" kata Sontolojoss adem, sejuk dan mudah-mudahan bijaksana.

“Oke. Sekarang kita suit saja. Hompipah saja. Kalau saya menang, berarti saya benar. Begitu sebaiknya," kata Bu Nyunyun sambil menjulurkan telapak tangannya.

Sontolojoss bengong. Belum sempatkan ikut menjulurkan telapak tangan, Bu Nyunyun keburu angkat lengan seraya berkata, “Hooom hibah Hipaudi gambreng!"

Sontolojoss kikuk. Untunglah taksi online sudah datang. Bu Nyunyun masuk mobil yang lantas berlalu pergi. Sontolojoss terpana bengong, lantas berdoa semoga Bu Nyunyun tidak benar-benar nerobos jalur busway.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *