Suaminologis: ANAK ISTRI ZAMAN NOW HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Suaminologis: ANAK ISTRI ZAMAN NOW HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

—————————————————————————————————————————————————————————————–

Suaminologis adalah ranting disiplin ilmu yang menelaah kehidupan berumahtangga semata dari sudut pandang humor akibat suami-no-logis alias perilaku suami yang tidak logis.

—————————————————————————————————————————————————————————————-

Logika suami dan istri yang sering ketlingsut, bertabrakan, atau silang sengkarut, ternyata juga bisa terjadi pada cara menalar anak atas NASIHAT dan pola pikir orangtuanya. Berikut ini pembuktian empiriknya.

Hari Minggu, pas istri anak cucu menantu kumpul di rumah, adàlah panggung yg tepat untuk mengisahkan dan mewariskan nilai-nilai perjuangan hidup saya di masa lalu. Sàya beberkan, betapa susahnya jadi anak orang miskin, semua serba terbatas, bahkan thn 1966 pernah sehari hanya makan sekali, itupun nasi campur jagung. Tentu ada yg saya lebihkan sedikit, tapi semata agar menarik dan dramatik.

“Jangankan mobil atau motor, sepeda aja gak punya. Kelas 6 SD saya sudah harus bantu ekonomi orang tua. Tiap pagi jalan kaki 10 km nitipin kue bikinan Ibu ke warung-warung. Sorenya jalan kaki lagi 10 km ngambilin uangnya. Capek banget. Menderita banget. Telapak kaki sampai lebar. Kalau sekarang ini kalian harus melakukan itu, pasti kalian gak kuat dan gak bakal mau," kata saya, lalu menarik napas supaya curhat saya lebih meyakinkan.

Apakah kisah heroik macam itu menimbulkan kekaguman? Mewariskan nilai-nilai keuletan kerja keras? Enggak juga!

“Ya itu sih salah bokap sendirilah. Kenapa dulu bokap mau? Kalau bokap nggak mau kan nggak capek menderita?" kata Krisna, cuek.

Plak!

Sàya merasa tersambar jab yang cukup keras. Saya berharap menantu saya setidaknya menegur Krisna agar adik iparnya itu bersikap sopan pada orang tua. Tapi, menantu siapa yang dengan senang hati mau repot membela mertua? Satu-satunya harapan suami tentulah istri. Maka dengan sedih saya melirik istri demi mendapat simpati.

Jedhaarr!

Sàya pun KO tertonjok longhook lirikan balik istri yang dimeriahkan tawanya..***

1 Komentar

  1. Heem…kèlingan jaman semana…!, semoga menjadi generasi yg tangguh dlm menghadapi tantangan hidup…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *