Suaminologis: MANFAAT ROKOK KRETEK by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Suaminologis: MANFAAT ROKOK KRETEK by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

——————————————————————————————————————————–
Suaminologis adalah ranting disiplin ilmu bermetodologi humor tentang kehidupan berumahtangga akibat suami-no-logis alias ‘bocor alus’. Selebihnya you know lah.
———————————————————————————————————————————

Merokok itu katanya tidak baik untuk kesehatan. Karena bisa menimbulkan kanker, sesak napas, bahkan impotensi. Tapi protes istri karena saya merokok bukan lantaran kejantanan saya jadi loyo. Sebab, seperti halnya para perokok, saya punya jawaban logis untuk membela rokok–utamanya kretek.

Pertama, rokok kretek itu produk asli budaya Indonesia, ciptaan Haji Djamhari, yang di masa lalu digunakan untuk ngobatin batuk. Kretek itu beda dengan rokok yang tidak pakai cengkeh, produk asing yang di masa silam diimpor oleh Kompeni. Juga beda dengan rokok yang dibumbui mentol, yang asapnya semriwing tapi konon bisa mempengaruhi hormones kejantanan.

Pendek kata selalu ada argumen untuk membela kretek, seperti halnya orang juga bisa menyodorkan banyak penelitian tentang bahaya merokok. Ya terserahlah apa kata orang. Tapi, bagi saya, abu rokoklah yang tidak baik untuk ketenteraman. Sebab, meskipun saya sudah patuh untuk tidak merokok di dalam rumah, di teras pun saya tidak bisa merokok dengan tenteram. Pasalnya, belum habis sebatang, istri sudah nongol.

“Kalo ngrokok itu abunya jangan dibuang sembarangan. Capek nyapu tau. katanya, lalu menyapu beberapa butir abu rokok di sekitar kursi yang saya duduki.

Saya terganggu, risih, tapi diam saja. Setelah dia pergi, abu rokok tak sengaja berjatuhan lagi. Lima menit kemudian istri datang bawa sapu dan ngomel.

“Kalau terus ngototin lantai jangan merokok! Berhenti saja ngrokoknya!
Buang abunya di sini nih," katanya
sambil meletakkan asbak di lantai.

Saya mulai jengkel. Tapi membela rokok kretek itu harus sabar. Saya hanya ingin sekadar membalas.

“Asbaknya jangan ditarok situ, banyak kucing," kata saya mengingatkan.

“Memangnya kucing doyan abu rokok!" katanya sewot.

Saya pun patuh. Istri beberapa kali nongol dan puas lihat saya tertib buang abu di asbak. Setelah asbak terisi puntung dan abu rokok, pelan saya tengkurepin di lantai trus saya buru-buru masuk kamar mandi.

Tak lama terdengar istri heboh, “Asbaknya kok tumpah?!"

“Kan tadi sudah saya bilang kalo di situ banyak kucing," teriak saya dari kamar mandi.

Tidak terdengar omelan. Berarti sukses. Saya senang. Dalam teknik nulis skenario, peringatan ttg kucing sebelum asbak tengkurep itu disebut “planting information**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *