Suaminologis: TIKUNGAN ISTRI by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Suaminologis: TIKUNGAN ISTRI by HARRY TJAHJONO Penghayat Humor

Harry Tjahjono
Penghayat Humor

—————————————————————————————————————————————————————————————–

Suaminologis adalah ranting disiplin ilmu bermetodologi humor tentang kehidupan berumahtangga akibat suami-no-logis alias suami ‘bocor alus’. Selebihnya you now lah.

—————————————————————————————————————————————————————————————–

Kalau ekonomi sedang rawan dan jadwal tagihan listrik, tv kabel, koran dan semesteran kuliah anak semakin dekat, para suami sebaiknya jangan ngobrol dengan istri lebih dari lima menit. Memang bukan hasil survei, hanya berdasar pengalaman. Sayangnya, kadang saya meremehkan pengalaman. Seperti sore tadi, setelah empat menit ngobrol dengan istri tentang rencana nengok saudara di Manado, pada detik pertama lewat lima meni tiba-tiba topikya nikung tajam ke hal lain.

“Kalau saya pikir-pikir, kamu itu bukan termasuk suami yang baik," kata istri.

“Memang bukan. Tapi setidaknya saya kan kekasih yang hebat," kata saya nyoba bercanda.

“Hebat apaaaa.., mbeeeelll ."

“Lha buktinya kamu jatuh cinta dan mau jadi istriku?"

“Jangan ge’er. Saya mau jadi istrimu bukan karena cinta. Tapi karena kamu mau bertanggungjawab atas kewajibanmu." “Ya itu kan karena saya pegawaimu yang harus menggaji kamu… "

“Kamu kalau ngomong kok mesti bikin panas kuping. Emang lupa kalau besok harus bayar listrik, beras juga nipis…" dst dlsb

Itulah jika ngobrol dengan istri lebih dari lima menit dalam kondisi ekonomi rawan. Ibarat naik mobil, speed-nya bisa mendadak tinggi, padahal melaju di tikungan-tikungan tajam yang sering bikin saya repot nginjek rem tapi malah keliru nggenjot gas.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *